Sunday, December 7, 2008

Bab 1 Dreams To Remember

Dengan mata yang masih mengantuk, Andra bangun dari tidurnya dan seperti biasa mencoba mengumpulkan roh yang masih menggantung di alam mimpi sana, dia duduk membungkuk di pinggiran tempat tidurnya mencoba untuk menyadarkan diri sepenuhnya. Dengan tangan membentang, keduanya memegang ujung kasur, kepala tertunduk dengan mata memandang kosong ke lantai, dia menghela dan membuang nafasnya secara perlahan dan mencoba membuatnya teratur, seperti hitungan langkah serdadu atau mungkin master yoga. Terlihat sangat keengganan yang dalam di paras Andra, malas dan malassss sekali. Layaknya hantu wanita dalam film Shutter, kantuk dan malas menggelayut di leher dan pundaknya. Sementara sang malaikat malah sibuk menarik setan penggelayut itu berkolaborasi dengan keinginan Andra untuk bangun.
“Why do I have to be waken up God…don’t YOU understand…I was fine with my dream…unless YOU meet me with her again in my next dream…heran gw…” Pantas gak pantas, Andra mungkin layak kesal, the reason is…sudah beberapa kali ini dia mengalami mimpi…mimpi yang kembali dia alami…setelah bertahun-tahun. Ya, setelah bertahun-tahun, gila ya, between de ja vu and superstitious…amazing and ridiculous. Andra pernah mengalami mimpi ini dari semasa dia dapat puber, terus diulang lagi semasa dia belajar merokok dan terus berulang lagi di saat rambutnya bisa gondrong. Berarti dengan sekarang, di saat dia sudah punya duit di dompet, sudah pengulangan masa yang ke-4…kayak tetralogi aja jadinya. Kalau dibuat novel atau film mungkin pada bosen orang liatnya dan sudah pasti gak laku.
Mungkin bagi sebagian besar orang, mimpi Andra biasa-biasa saja, tapi bagi Andra…awalnya mungkin biasa saja…tapi karena keseringan diulang…mimpinya jadi luar biasa. What’ so special??? He met a girl…yup…classics…he met a girl of his dream…beneran impian…ya cuma dalam impian…makanya special…soalnya dalam kenyataan susah ketemu gadis seperti itu.
She is a 5.6 feet tall, black straight long hair, slim body, bright skin color, oval face and big bright eyes. Fairy…fairy…angelic figure. No one would resist. Kita panggil saja gadis impian ini “Angel”…ya seperti biasa Andra panggil juga, karena memang gadis ini misterius sekali, bahkan dalam mimpi sekalipun…atau Andra yang tak punya nyali untuk tanya? Sepertinya gak ada bedanya, adalah gadis yang sering dijumpai Andra. Pertama muncul saat Andra bercelana pendek, gadis ini sudah berumur setidaknya 20 tahunan…are you an Oedipus Complex Andra? J tidak pernah bicara sepatahpun, hanya berdiri di seberang sana, memalingkan muka lalu tersenyum simpul…mungkin simpul mati ala Pramuka…jadi paten sampai sekarang :p. Walau tempatnya berbeda-beda, gayanya selalu statis seperti itu, hanya berdiri memalingkan wajah dan tersenyum. Yah mungkin sewaktu-waktu ada modifikasinya, misal rambutnya melambai-lambai tertiup angin, jadi lebih dramatis. Atau sewaktu-waktu memakai payung dengan suasana hujan rintik-rintik. Atau juga dalam suasana musim bunga kertas berguguran di taman yang hijau bak firdaus. She is a kind of a drug for Andra…an addictive drug. Tapi hanya satu kesamaan yang terjadi di setiap mimpi Andra bertemu dengan gadis ini, yaitu… She always in red…bright sexy red...just what he likes best.
Jadi… masuk akal lah ya kalau Andra malesssss banget bangun… bukan sedang demotivasi kerja, tapi memang ada hal yang sulit dia beli walaupun dia bekerja sekeras apapun…setidaknya begitu menurut Andra.“HAAAAAAAHHHHH!!!!! Semangat…semangat… Ayo Andra!!!! Let’s go to reality… Wake Up!!! Wake Up!!! You’ll be late…” Malaikat pagi dan keinginan Andra untuk bangun telah menaklukkan setan hantu “Shutter” lagi pagi ini… It’s time to go to work Andra… have a nice working day Andra J… “SEMANGAAAAATTTTTTTTTTTT!!!!!!!!!!!!!!!”

No comments: