Thursday, August 5, 2010

Superstar 2


Sebuah bunyi berulang membangunkan Ara dari tidurnya. Bunyinya memang mengganggu sekali. Setidaknya beberapa waktu yang lalu sudah dia dengar bunyinya, tapi hilang ditelan beratnya mata untuk kembali tidur. Tapi kali ini memang sudah keterlaluan, sangat keterlaluan kalau tidak dimatikan dengan tindakan, bagaimanapun caranya, tapi yang termudah, ya dengan memakai tangan, bila terjangkau itu juga. Dengan tangan yang terampil, karena sudah lebih dari puluhan ribu kali melakukannya, akhirnya sang tangan melakukan refleknya dan menemukan objek yang diduga mengganggu. Dengan satu hentakan si benda dihentak dengan telapak tangan, tapi gagal rupanya, si bunyi masih ada dan semakin keras. Telingapun mencoba mengenali lagi, lebih keras dan lebih keras, kemudian mengirimkan signal ke memori di otak. Karena masih dalam keadaan setengah sadar, otak mencerna lumayan keras, walau sudah terlatih tapi tetap saja ini masih pagi, otak juga butuh liburan sejenak. Akhirnya signal dan memori bertemu, mereka sudah saling kenal rupanya, teman lama, dan itu adalah bunyi alarm.. oh bukan, itu bunyi ringtone handphone. Otak sudah siuman dan dengan cekatan mengirim pesan kepada tangan yang tadi mendapat instruksi yang salah untuk bergerak lagi seperti tadi, namun menuju ke arah dimana handphone di letakkan. Signal sudah sampai di lengan dan tangan, dan mereka bergerak beriringan menuju ke benda yang dimaksud. Yess, handphone berhasil diambil, kordinasi yang hebat sebagai ritual di nyaris setiap pagi Ara.
"Halo" sapa Ara menjawab telepon masih setengah kantuk
"Woi!! Bangun lu Ra!!! Come on man!!! Sudah jam berapa ini??!!! Ayo bangun!!!"
"Euhhh... apaan sih??!! Masih pagi ini, masih ngantuk gue!!!
"Ahhh... kebiasan lu ini ye!!! Pagi nenek lu ompong!!! Ini jam 10 siang woii!! Bangun lu!!! Anak-anak udah pada siap ini, jam 1 kita latihan. Lu udah ada lagu baru belum??!! Deaadline man deadline!!! Inget ini tanggal berapa??!!"
"Ahhhh apaan sihh??!!! Gak bisa libur gitu sehari aja man??!! Gue masih ngantuk, sumpah!!
"Ah terserah lu deh! Jangan salahin gue ya kalau lu digugat label lagi kayak 2 tahun lalu lu!!! Buruan bangun man!!! Duit nih bentar lagi silaturahim ke kita man, come on wake up!!!
"Bawel lu ah!!!" lalu telepon ditutup dan kembali membenamkan kepala ke bawah bantal.

Tak lama berselang, handphone berbunyi lagi, makin kencang, makin kencang dan makin kencang. Kali ini tanpa kenal menyerah dan akhirnya benar-benar membuat Ara kesal dan bangun untuk mengangkatnya untuk kedua kali.

"Iya cerewet gue banguuuunnn!!! Haaahhh!!!" dan tamatlah bunyi handphone dengan kepuasan di seberang sana.

Ara terduduk di pinggiran tempat tidur, masih belum sadar benar dan mencoba mengumpulkannya. Kepalanya masih terasa sedikit berat, karena konser semalam benar-benar menguras energinya. Konser baru kelar jam 12.30 tengah malam dan baru benar-benar punya mood untuk tidur sekira jam 4 pagi, itupun setelah melepaskan penat, mendapat inspirasi dan mencipta lagu baru dulu sebentar. Ara memang cekatan dalam mencipta lagu, bisa hanya dalam waktu 1 jam saja paling lama, itupun sudah lengkap dengan lirik puitisnya yang beda sekali, khas gaya Ara. Walaupun Ara bukan tipikal pencipta lagu yang bisa menciptakan lagu dalam kondisi apapun, namun dia adalah pencipta lagu yang produktif dan tak lazim. Total hingga saat ini sudah ada ratusan lagu yang diciptanya dan hampir seperempat darinya selalu menjadi hits.

Kesadarannya sudah terkumpul lebih dari setengah dalam waktu sekira 2 menit, dan masih loading dengan RAM otak di waktu yang menurut dia masih pagi, saat ini memorinya sedang mengingat kejadian 2 tahun yang lalu, dimana dia dan Fin, teman duetnya, mendapat gugatan dari labelnya dulu dikarenakan wanprestasi, digugat karena tidak dapat memberikan materi lagu yang layak jual dalam skala industri musik pada umumnya dan parameter lagu-lagu hits mereka sebelumnya pada khususnya di waktu yang telah ditentukan, bahkan sudah dapat waktu tambahan dan injury time hingga lebih dari 3 bulan, itupun permintaan mereka sendiri yang di amini oleh label. Saat itu memang masa-masa suram mereka, walaupun tidak seperti itu juga keadaannya, mereka hanya tidak terbiasa dalam kondisi yang terjadi saat itu, mencoba kembali tapi sudah terlalu jauh tersesat, jadi malah tambah tersesat. Mereka harus membayar cukup mahal, ratusan juta Rupiah mereka keluarkan sebagai konsekuensi dari milyaran yang digugatkan pihak label. walaupun memang tidak membuat mereka sampai jatuh miskin, karena uang mereka tidak berseri sepertinya, tapi ya gigit jari juga bisa kehilangan uang jajan sebegitu besar. Sialnya pengalaman ini selalu dimanfaatkan manager mereka sebagai senjata andalan kalau mereka lagi manja dan ngadat. Dan, selalu berhasil biasanya.

Kesadaran sudah terkumpul 100% tampaknya. Setelah menggeliat kucing dengan nikmatnya, Ara memalingkan wajahnya ke tempat tidur. Betapa berantakannya tempat tidur ini, dan dianggapnya sebagai masterpiece alam bawah sadar. Kemudian perhatiannya beralih ke wajah cantik yang masih lelap tertidur. Terpesona penglihatannya melihat keajaiban dunia yang satu itu, ternyata memang benar kata orang, jika ingin melihat kecantikan alami seorang wanita, maka lihatlah ketika mereka sedang tertidur lelap. Dianggapnya keindahan itu sebagai pengganti indahnya melihat matahari terbit. Didekatinya wanita tersebut, jemari membelai lembut indah rambut wanita cantik tersebut, dipandanginya penuh pesona dan mendaratlah sebuah kecupan hangat di pipi wanita cantik tersebut.

Kesadaran sudah penuh, semangatpun sudah mulai terbit, Ara bergegas mempersiapkan dirinya untuk beraktifitas kembali di hari itu. Akan ada hits lagi yang bisa menghasilkan uang baginya. Ya akan ada hits lagi... tunggu saja tanggal mainnya.

picture taken from: http://www.google.com/imgres?imgurl=http://nighteating.net/wp-content/uploads/2009/10/unhappy_night_eater.jpg&imgrefurl=http://nighteating.net/night-eating-is-this-you/

No comments: