Sunday, August 1, 2010

Superstar


Lampu panggung dimatikan. Penonton masih berteriak-teriak histeris memanggil pujaannya untuk kembali ke panggung. Mereka terpaku, tak beranjak, walau sedikit dorong ke depan atau ke belakang karena berdesakannya gedung pertunjukkan. Yang mereka mau hanya satu, kembalikan idola mereka ke panggung, buat mereka bernyanyi lagi dan lagi dan lagi, mirip batu batere saja.

Sementara sang idola, yang diteriaki oleh pengidolanya semenjak 1 menit yang lalu, belum bergeming dari belakang panggung itu. Yang satu hanya diam saja, duduk di kursi dengan badan yang tak tersandar di sandaran kursinya, kepala ditopang oleh kedua tangan dengan jari-jemari tersimpul dan menempel di jidat, mata terpejam serta nafas yang sangat dalam sekali. Dia menikmati keadaan itu, keadaan dimana orang-orang mengelu-elukan dirinya. Memintanya untuk kembali, membutuhkan kehadirannya sangat.

Lain halnya yang satu lagi, dia hanya berdiri sambil menikmati kepulan asap rokok dan telah dia hisap dalam-dalam sebelumnya. Dikepulkannya asap rokok ke atas dengan satu tarikan penuh yang kuat. Nampak sekali wajah berseri-seri dengan senyum puas lepas.

Suara penonton di luar sana masih ramai saja. Memberikan semangat kepada idolanya untuk kembali ke panggung dan bernyanyi bersama mereka lagi. Tak lama, manager artis menepuk bahu sang idola yang kemudian mengepulkan asap terakhir rokoknya dan membuang rokok ke lantai dengan santainya lalu menginjaknya hingga mati, tanpa merasa berdosa dan salah bahwa perbuatannya baru saja membuat sang manager melotot karena sadar akan mendapatkan denda dari management gedung. Dengan langkah yang semangat, sang artis menepuk pundak partner manggungnya yang masih menikmati sensasi idola dalam duduknya.

"Ayo nyet!!! Finish It!!"

Tersadar, walau sedikit kaget, sang artis pun melepaskan topangan pada kepalanya, menarik nafas cukup panjang dan menghembuskannya dengan panjang dan kuat, walau kali ini tanpa asap rorok, kemudian berdiri dan menggeliat sedikit seperti kucing, lalu mengikuti partner manggungnya berjalan menuju ke atas panggung.

Sorak penonton perlahan-lahan semakin keras terdengar. Menaiki anak tangga menuju ke atas taburan cahaya kembali, ke tempat dimana mereka memang sudah direncanakan untuk kembali lagi, sudah templatenya begitu. Dan seketika mereka berdua memasuki panggung, maka pecahlah histeria penonton dan berteriak kompak "We want more!!" "We want more!!" "We want more!!"

Segera setelah mereka berdua dapat menguasai penonton, maka meluncurlah sebuah lagu penutup yang kembali disambut histeria penonton.

Karena mereka superstar.

Picture: flickr

No comments: