Monday, July 4, 2011

Beijing


Jarak Tempuh
Perjalanan ke Beijing dengan pesawat dari Jakarta ditempuh kurang lebih selama 6-7 jam langsung tanpa transit di negara atau kota lainnya.

Perbedaan Waktu
Beda waktu antara Jakarta & Beijing adalah Beijing 1 Jam lebih awal dari Jakarta, jadi kalau di Jakarta jam 9 pagi, maka di Beijing jam 10 pagi

Cuaca
Cuaca saat gw dateng sih lagi terik bin panas alias musim lagi summer :p. Suhu rata-rata 32-33 derajat celcius... Jakarta masih jauh lebih panas. Cuman enaknya walau panas terik gak bikin keringetan lengket kayak di Jakarta, karena udara kering, persisi kayak di Bandung sebenernya. Jadi... siap2 aja banyak upil :p.

Sunset, Sunrise & Waktu Sholat
Karena kebetulan pas gw dateng pas Summer, maka waktu-waktunya sbb:
Sunrise : 5 am
Sunset : 7 pm
Subuh : 3.30 am
Dzuhur : 3.30 pm
Ashar : 6.30 pm
Maghrib: 7.50 pm
Isya : 9.30 pm

Bahasa
Soal Bahasa, jangan ditanya :p, orang-orang Beijing jaraaaaaang banget yang bisa bahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia :p. Mereka hanya ngerti bahasa China atau Mandarin yah. Jadi kalau kita gak bisa bahasa China, siap-siap aja pake bahasa Tarzan. Biar lebih gampang, sebelum pergi, siapkan segala ittinerary kita, termasuk tempat tujuan, nama restoran, jalan dll dalam bahasa China dengan tulisan China atau mereka nyebutnya Pin Yin. Soalnya repot, apalagi kalau harus nanya arah, naik taxi, naik bus dll kalau gak dilengkapi dengan tulisan Pin Yin.
Yang paling menarik adalah, banyak dari bahasa & logat mereka kalau diucapkan oleh mereka terdengar seperti menyentak. Lucunya, karena kita gak ngerti, jadi bingung apa yang dia omongin, apa kita ini dimarahin atau gimana :p.
Misal, kalau di tempat wisata kan banyak aturan-aturan tuh, mulai dari antri dan apa yang boleh & gak boleh dibawa, nah nanti biasanya kalau kita ada salah, mereka bakal ngasih tau, tapi kesannya kayak kita disentak-sentakin oleh mereka.

Suasana Kota
Suasana kota Beijing menurut gw sangat rapih. Ama Jakarta mah jauh abis lah. Gw sendiri amazing dengan perkembangan Beijing ini. Dalam benak gw, gak bayangin sama sekali Beijing serapih itu, ampir mirip Singapore lah.
Jalan-jalan lebar, mirip kayak di Arab Saudi atau Amerika yah. Gak banyak polisi di jalanan, karena mereka udah pake kamera di tiap jalan, jadi kalau ada pelanggaran, yah tilang langsung dikabari ke rumah pake surat atau dibayar beserta perpanjangan STNK :p. Tempat penyebrangan jelas & traffic juga jelas, termasuk traffic untuk pejalan kaki. Jalur jalan rata-rata 3-4 jalur.
Batas kecepatan sih standar yah max 80km di jalan biasa dan max 120 km/jam di jalan tol.
Yang menarik sistem pembayaran tolnya sudah pake sistem ETC atau Electronic Toll Collection, yaitu sistem pembayaran toll secara elektronik. Jadi di gerbang toll akan ada kamera yang men-scan ke stiker berbayar yang terdapat di kaca depan mobil. Begitu mobil akan melewati gerbang, kamera akan men-scan stiker dan begitu terdengar bunyi "TIT", maka portal gerbang tol akan terbuka dan mobil bisa lewat.
Lengkapnya dapat dilihat di link berikut:
http://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_toll_collection

Pedestrians luas sekali, hampir sama dengan lebar 1 jalur kendaraan di jalan raya. Pepohonan di sepanjang pedestrian juga tinggi dan lebat, jalan kaki jadi terasa nikmat sekali, karena teduh dan sejuk.
Bangunan-bangunan di Beijing rata2 bentuknya kotak, mungkin ini mewakili sisi komunis-sosialis di sana yang sama rata. Tapi banyak juga bangunan-bangunan modern di sana, terutama di area Wangfujing, Sanlitun dan area lainnya. Bahkan sudah banyak juga bangunan, apartment dan rumah-rumah bergaya Eropa atau Amerika.
Rush hour di Beijing, untuk pagi hari sekira jam 7-8 pagi, sementara sore hari di jam 5-6 sore. Di jam-jam tersebut subway station dan jalan ramai sekali oleh pejalan kaki yang hendak pergi-pulang kantor. Yang enak adalah melihat bagaimana orang-orang berhamburan untuk mengejar kereta, terlihat sangat bersemangat dan bergegas, feels like I am important & busy :p.
Rata-rata toko dan pusat perbelanjaan di Beijing dibuka mulai jam 10 pagi dan tutup jam 9 malam.
Kota Beijing secara umum sangat bersih. Selama gw di sana gak nemu orang yang meludah sana-sini di tempat umum seperti yang diceritakan orang. Konon katanya sebelum Olimpiade Bejing di tahun 2008, memang orang-orang sana demen bener meludah sembarang, bahkan di tempat umum. Konon menurut kepercayaan masyarakat China, adalah tidak baik menyimpan hal-hal kotor dalam tubuh seperti dahak, oleh karena itu harus segera dibuang. Tapi kalau buangnya sembarangan bukannya bakal jadi bumerang yah? Entahlah :p. Tapi semenjak ada Olimpiade, mereka dipaksa pemerintah untuk jadi beradab, jadi gak ada yang meludah sembarangan lagi. Memang ada sih gw liat yang meludah sembarangan, tapi hanya sedikit & rata-rata orangnya sudah tua.

Transportation System
Sistem transportasi di Beijing sangat rapih. Disana ada Subway, ongkosnya hanya RMB 2 atau sekira Rp 2700 untuk ke semua jurusan ke manapun sepanjang kita belum keluar dari subway station.
Untuk bis juga murah, hanya RMB 1 atau sekira Rp 1360 untuk satu jurusan. Sistem bayarnya mereka punya semacam kartu pasca bayar yang nanti ditempel ke mesin pen-scan di samping supir. Atau bisa juga pake uang tunani yg dimasukkan ke kotak ongkos di samping pak sopir. Menariknya adalah, suatu waktu pernah gw & temen naik, tapi karena kita gak ngerti cara bayarnya & gak punya kartu pasca bayarnya, maka kita musti hah-heh-hoh nanya (soalnya kagak ngerti bahasa Inggris), tapi hebatnya si sopir gak nyruh kita turun, tapi malah mempersilahkan kita naik saja. Hebat bener, kalau di Indo mah udah diusir2 atau ditipu kali sama supir atau keneknya. Tapi akhirnya kita bayar juga karena kita tahu bahwa uangnya bisa langsung dimasukkan ke kotak dan mengambil karcis bis setelah itu.
Untuk taxi ongkosnya juga murah, hanya RMB 2 per km. Bagusnya taxi disana dilengkapi dengan mesin pencetak struk. Jadi begitu taxi kita berhentikan di tempat tujuan, dia akan mencetak struk dan disana tertera total ongkosnya, jadi gak ada taxi non argo atau tembak. Pengalaman gw, si sopir juga gak neko-neko bawa kita muter-muter agar ongkos taxi jadi mahal. Pernah suatu malam kita ketinggalan kereta terakhir dan terpaksa harus naik taxi. Jarak dari stasiun kita berhenti ke hotel cukup jauh, tapi sopir taxi gak bawa kita muter-muter dulu, dia langsung ke hotel kita dengan jalur tercepat.
Untuk subway, ada banyak station yang bisa kita mengantar kita ke manapun tujuannya di Beijing. Sistemnya sama seperti di Bangkok atau Singapore, dimana kita harus beli tiket dulu di loket atau mesin otomatis. Yang harus hati-hati pas naik subway adalah, di rush hour, pastikan kita gak berdiri di depan pintu masuk, karena orang akan berbondong2 merangsek masuk begitu aja, gak peduli di depannya ada orang, main merangsek aja.
Jam operational subway rata-rata mulai jam 6 pagi sampai jam 11 malam. Nah ati2 tuh jadwal last train.
Untuk lengkapnya soal transportasi di Beijing coba cek di link berikut:
http://www.travelchinaguide.com/cityguides/beijing/transportation/

Toilet Umum
Hah??!! Kenapa dibahas??!!! He3x justru ini yang menarik di Beijing. Toilet umumnya harus diwaspadai, why?! Karena Jorroooooooookkkkkkk benerrrrrrrr... hueeekkkkkk... ampun deh joroknya. Orang-orang sana jarang flush toilet setelah mereka pake, baik pipis atau BAB, ampun deh. Hal lain yang ampun adalah, orang sono jarang menutup pintu ketika mereka sedang BAB, baik cowok atau cewek, entah kenapa itu. Toilet kebanyakan jongkok, kecuali di mall atau hotel.
Toilet yang bersih biasanya di mall besar atau hotel karena sistem flush otomatis atau di Mesjid. Tapi walau gitu, tetap aja ada 1-2 yang masih jorok... wueeeekkkkkkk
Jadi... sebisa mungkin BAB lah di kamar mandi kamar hotel anda, atau cari Mesjid atau tahan sampai hotel kalau mampu :p jangan makan berlebihan atau kepedesan... celaka 12 lah kalau sampe musti ke toilet umum di Beijing

Muslim & Halal
Anda Muslim? Jangan khawatir, di Beijing banyak komunitas Muslim. Yang paling terkenal di Nujie karena disitu ada mesjid tertua, yaitu Mesjid Nujie. Arsitekturnya seperti kelenteng, sangat khas China. Gw sempetin sholat di sana, nikmat sekali dan amazing ada Mesjid dengan bangunan khas kayak gitu. Mesjid Nujie ada di kawasan Nujie, kalau naik Subway bisa berhenti di Xuanwumen dan dari situ berjalan kaki sekira 15 menit.
Di dekat Mesjid Nujie banyak terdapat restoran dan supermarket Muslim. Sebagai patokan untuk belanja di supermarket, bisa datang ke supermarket disini.
Untuk makanan halal, di Beijing banyak terdapat restoran halal, tapi yang gw temuin memang di Nujie dan Wangfujing saja. Selebihnya kita makan KFC atau McD yang menunya gak ada babi sama sekali.
Lengkapnya dapat dilihat di link berikut:
http://indonesian.cri.cn/muslim/

Atraksi Wisata
Rata-rata atraksi wisata di Beijing ongkos masuknya antara RMB 40-100.

Great Wall
Great wall atau terjemahan Indonesianya Tembok China (Great = China, Wall = Tembok, Tembok China ha3x), adalah keajaiban dunia yang luar biasa. Gile tuh, ada yang bisa bangun tembok segede & sekokoh itu di puncak gunung. Gw gak kebayang gimana mereka bangunnya dulu, mana batunya gede-gede lagi. Speechless gw untuk tembok ini.
Berdasarkan saran temen yang tinggal di Beijing, kalau ke Great Wall mending ke Great wall yang ada di Mutian Yu, kenapa? Karena enak, ada sky lift untuk naik dan turunnya bisa pake slider atau disana disebut Tobogun Run, macam seluncur es gitu. Jadi kita gak perlu baik-turun 1000 tangga untuk ke sana, cukup pakai dua alat itu.

Tiananmen Square
Untuk ke Tiananmen Square, kalau pake subway cukup menuju ke Qianmen station, dari sana udah deket banget karena di atasnya udah Tiananmen Square. Taman ini bersejarah, karena kayak semacam alun-alun atau Monasnya Jakarta. Di taman ini terdapat museum perjuangan dan musoleum dari Mau Xe Dong.
Untuk masuk ke musoleum gak bayar, tapi kita harus bawa ID atau passport buat masuk. Antrinya ampun-ampunan kalau kita dateng di jam 8-10 pagi, karena musoleum buka dari jam 8-12 aja tiap hari. Banyak persyaratan untuk bisa masuk, selain antri, yaitu gak boleh pake sendal, gak boleh pake topin/payung, gak boleh pake kacamata item, gak boleh bawa korek, benda tajam, senjata, batu & benda keras lainnya yang dicurigai untuk diapakai melempar. Antrain cukup panjang, mungkin sepanjang 500 m ada yah. Tapi terbayar ketika kita masuk musoleumnya, somehow si Mao ini kharismatik sekali dan menakutkan sosoknya. Ketika kita masuk, ada patung dia sedang duduk menyilang kaki dengan senyum simpulnya. Banyak yang beribadah juga dan memberi bunga krisan di depan patung itu. Di bagian dalamnya ada musoleumnya, mayat Mao yang diawetkan terdapat dalam box kaca. Ternyata orangnya kecil yah, tapi gila2an kharismatik dan berwibawa.

Forbidden City
Forbidden City ada di seberang Tiananmen Square. Kita tinggal menyebrang melalui tunnel. Gw takjub abis dengan istana raja China ini, gila, gila, gila... luas banget dan bagus banget arsitekturnya... megah luar biasa. Gw bisa banyangin gimana kehidupan raja-raja itu di masa lalu, digdaya banget.
Sayang memang ada beberapa bagian yang gak terpelihara. Namun koleksi-koleksi kerajaan masih bisa telihat di sana. Termasuk juga ruang dan koleksi "Pu Yi" the last emperor.

Temple of Heaven
Untuk ke Temple of Heaven, cukup naik subway dan berhenti di stasiun Tiantangdonmen. Temple tepat ada di belakang pintu keluar-masuk subway dan masuk melalui East Gate. Disini terdapat berbagai macam Pagoda tempat peribadatan. Takjub lah dengan arsitekturnya. Disini juga terdapat Echo Wall dimana bila kita bicara di satu sudut tembok akan kedenger di sudut tembok lainnya.
Yang paling menarik di Circular Mound Altar, yaitu Altar dengan bentuk bulat, terdiri dari 9 bulatan dan di tengah terdapat satu bulatan yang hanya cukup untuk 1 orang saja. Di bulatan tengah ini, jika kita bicara atau berteriak maka akan ada efek gaung dan gema. Tapi lucunya di lingkaran tengah ini orang kebanyak malah poto-poto dan bukannya membuktikan keanehan dari berdiri di bulatan tengah itu... orang-orang aneh :p

Summer Palace
Summer palace agak jauh, untuk ke sana cukup naik subway dan turun di Bagou, terus dari situ tinggal naik taxi atau bis. Sayangnya gw gak kesini karena terlalu jauh dan waktu gak cukup.

National Stadium/The Bird's Nest
Untuk kesini cukup naik subway & turun di Olimpic Sports Ctr Station. Tapi beruntung gw ke sini dianter mobil travel :p jadi tinggal turun-naik aja :p. Stadion-nya keren bener, kepikiran gitu yah bikin stadion bentuknya begitu.

Tempat Belanja & Mall
Tips berbelanja di Beijing adalah, tawar hinga serendah-rendahnya. Biasanya hingga 1/5 atau 1/10 dari harga yang dia tawarkan. Misal, ada teman beli tas, si penjual kasih harga RMB 1360, nah temen saya nawar sampe jadi RMB 130 & dapat :p.
Kalau penjual gak mau turun harga, udah tinggalin aja, nanti dia akan bilang "OK, I'll give you discount" atau dia akan menarik kita lagi untuk nawar lagi. Terus lakukan hal ini sampai kita dapat harga yang kita mau. Menarik sih tawar-menawar disini, ada adegan tarik-tarikan, dicubit, dipukul bahkan dibilang "Your price is crazy" :p. Yang menarik sering juga ada yang berantem, bahkan ada turis orang hitang entah dari mana yang teriak-teriak "Hey!!! Give my money back!!!" dan dia yelling itu ke pedagang cewek, kasih bener.

Sanlitun Ya Xiu Market
Untuk kesini, cukup pake subway & turun di Tuanjiehu station, dari sini berjalan sekira 10 menit saja. Mirip ITC atau trade mall di Jakarta, atau seperti Magdu deh :p. Disini barang2 mulai dari kain, baju, jaket, sepatu & elektronik ada.

Silk Market
Silk market ada di daerah Jianguomen, tinggal naik subway dan turun di Jianguomen station aja. Disini juga lengkap dan mirip kayak di Ya Xiu, cmn bedanya barangnya katanya lebih bagus dan harga bisa lebih murah dari Ya Xiu. Kalau mau cari sepatu, disini banyak banget.

Hong Qiao Market (Pearl Market)
Kalau mau cari mutiara, ada i Hong Qiao, letaknya dekat dengan Temple of Heaven, dia ada di seberang North Gate dari Temple of Heaven.

Wangfujing
Wangfujing kalau di Jakarta sama kayak kawasan Bunderan HI atau Senayan, banyak mall & tempat belanja tapi modern. Di jalanan ini banyak banget anak-anak muda gaya yang hang out. Rata-rata toko disini jual branded item dan harganya rata-rata sudah fix. Untuk kesini, cukup pakai subway dan turun di Wangfujing station.

Oriental Plaza
Letaknya gak jauh dari Wangfujing, sekira 5 menit jalan kaki. Di kawasan ini banyak toko branded items dan kantor. Yang paling bagus bangunannya ya Oriental Plaza.

The Village in Sanlitun
The Village adalah mall paling hip di Beijing, dimana anak-anak gaul Beijing alias AGaJing hang out :p. Secara umum tempatnya bagus menurut gw, gak terlalu besar atau kecil tapi artisitik. Untuk ke the Village tinggal naik subway dan turun di Tuanjiehu station, dari sini jalan kaki sekira 10 menit saja.

Pecinan di Wangfujing
Kalau ke Wangfujing jangan lupa juga singgah ke Pecinan, gang kecil di seberang Dong Lai Sun Muslim Restaurant. Disana terdapat berbagai macam jajanan pasar sampai cinderamata yang murah-murah. Yang gw suka disini ada pedangan Chesnut rebus, yummy sekantong cmn RMB 15.

Sebenarnya masih banyak lagi tempat menarik di sana, tapi kebatas waktu memang. Terus terang gw suka kota Beijing, one day gw akan ke sana lagi insyAlloh amin :p buat meng-explore tempat2 menarik lainnya.














No comments: